Blogger perempuan indonesia

Mau Hemat Saat Kuliah di Australia? Ini Dia Rahasianya!

Tidak dipungkiri jika Australia adalah salah satu negara yang paling diminati oleh orang Indonesia dalam hal melanjutkan pendidikan. Ya, selain karena kualitas Universitas di Australia benar benar diakui oleh dunia dari segi jarak juga tidak terlalu jauh dari Indonesia. Maka tak heran, jika cukup banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Kanguru tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan atau kuliah di Australia maka ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mendapatkan beasiswa yang ditawarkan oleh beberapa yayasan. Hanya saja, cara ini tergolong cukup sulit dilakukan karena peserta yang mengikuti seleksi juga cukup banyak. Lantas, adakah cara terbaik dan murah?

Kuliah di Australia
Kuliah di Australia

Yup, dengan mengikuti atau kuliah terlebih dahulu di lembaga pendidikan tertentu yang ada di Indonesia. Setelah itu, barulah Anda berangkat ke Australia untuk menyelesaikan kuliah disana. Adakah lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas tersebut? IDS atau International Design School hadir memberikan solusi bagi mereka yang ingin kuliah di Australia namun terhambat dengan biaya yang cukup tinggi.

Adapun IDS ini sudah bekerja sama dengan beberapa universitas terbaik di Australia khususnya dalam bidang animasi, desain dan Film. Itu sebabnya, pendidikan yang diajarkan di IDS selalu berbasis teknologi digital atau industri kreatif.

Syarat yang ditawarkan oleh IDS ini tergolong mudah dan ringan yaitu pelajar diwajibkan untuk kuliah di IDS selama 20 bulan yang kemudian dapat menyelesaikan studinya di Universitas yang sudah terpilih untuk mendapatkan gelar bachelor.

Bagaimana dengan biayanya? Yang pasti, biaya kuliah di Australia akan jauh lebih hemat dibandingkan jika Anda langsung kuliah disana. Total biaya kuliah secara langsung bisa saja berkisar hingga Rp 500 juta namun jika mengikuti program di IDS maka Anda bisa menghemat hingga Rp 350 juta.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena seluruh semester awal sudah ditempuh di Indonesia yang tentu saja memiliki biaya hidup yang lebih sedikit dibanding harus tinggal di Australia. Cukup membantu bukan?